Suasana Pengucapan Sukur Mitra Sampai Kandas Menaklukkan Gunung Potong

By 01 Agu 2016, 03:52:54 WIBEkonomi dan Bisnis

Suasana Pengucapan Sukur Mitra Sampai Kandas Menaklukkan Gunung Potong



MITRA,pojoksulut.com (Tim BaronKampoeng)_  Minggu 31/7/16 suasana Perhelatan Pengucucapan Sukuran Kabupaten Minahasa Tenggara berlansung sangat meriah, hingga jam 22.00 terlihat antrian mobil dan motor memenuhi jalan-jalan dari Tombatu sampai di gunung potong yang berjarak belasan kilometer terlihat memadati ruas jalan.
    Bahkan banyak kendaraan roda dua maupun empat, terjebak macet sampai di perbatasan antara Mitra dan Minahasa, Hukum Tua Pangu satu Fence Kountur saat dimintai pojoksulut.com tanggapannya terkait pengucapan kali ini mengatakan suasana kali ini sangatlah meriah tidak seperti tahun-tahun kemarin “ kali ini suasana pengucapan sangatlah meriah, kemungkinan sosialisali Pemda kepada masyarakat kami nilai berhasil, lihat saja samapai jam so bagini (22.00) tu jalang-jalang masi ta prop (macet-red) “ terang Fence pada pojok.sulut.com.
    Bahkan ratusan kendaraan ratusan kendaraan terpaksa parkir di pinggiran jalan karena kehabisan bahan bakar, kampas kopling, bahkan ada kendaraan yang kehabisan air radiator, terjebak macet saat menaklukkan Gunung Potong, seperti pantauan  pojoksulut.com, Kendaraan-kendaraan tersebut terpantau hendak pulang kedaerah masing-masing, usai berpengucapan syukur, bertemu keluarga, sahabat, bahkan kenalan mereka di Kabupaten Mitra.
     Hari pengucapan syukur yang digelar setiap tahun tersebut memang dibanjiri warga dari berbagai daerah di Sulut. Rina asal Sonder, salah satu warga yang memarkir kendaraannya, menjelaskan mobil miliknya kehabisan kampas kopling, atau yang biasa disebut plat kopling.
     Antrian kendaraan, terlihat kendaraan yang terparkir karena kehabisan kampas kopling
“Memang soe ini plat kopling abis, oto so nembole bajalang. Terpaksa kurang mo tunggu besok, cari oto laeng mo tarek, (Memang lagi sial, kampas kopling mobil saya habis, mobil tak bisa jalan. Terpaksa harus tunggu besok, dan cari mobil lain untuk tarik mobil saya),” ungkap Rina dengan nada kecewa.
     Bahkan terlihat juga banyak warga yang terpaksa berjalan kaki untuk sampai ke Desa Noongan.
“Syukur rumah cuma di Noongan, jadi boleh bejalan kaki. Kalo jauh so nentau bagimana ini, (Bersyukur rumah saya hanya di Desa Noongan, jadi jalan kaki saja. Kalau rumah saya jauh, tak tahu lagi apa yang akan dibuat),” ungkap seorang ibu yang kelihatan lagi hamil muda sedang berjalan pulang ke Desa Noongan. (Hamzah/Tim BK)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • capwhova

    Hello. And Bye. ...

    View Article
  • Pabrik Tas

    A really great post! I want to thank you for the important information you've ...

    View Article
  • HelenBip

    Revolutional update of captchas regignizing package "XEvil 4.0": captcha ...

    View Article
  • Sewa Mobil Surabaya

    Terima Kasih Info Bermanfaatnya Pak.. Salam :) ...

    View Article