Kisah Ayam Jago di Gunung Kinaakas

By 22 Nov 2016, 21:06:33 WIBEkonomi dan Bisnis

Kisah Ayam Jago di Gunung Kinaakas

KAKAS,pojoksulut.com—Tugu ayam jago di Kabupaten Minahasa mungkin hanya ada di Kecamatan Kakas, tepatnya di perempatan Kakas arah menuju Langowan. Sepintas orang pasti akan berpikir bahwa daerah tersebut barangkali merupakan tempat sabung ayam, atau tempat peternakan ayam jago. Namun setelah ditelusuri, ternyata lambang ayam tersebut merupakan awal sejarah berdirinya kampung Kakas.

Hukum Tua Desa Sendangan Kakas, Joldy Maukar, saat ditemui pojoksulut.com membenarkan kisah tersebut.

Joldy pun menceritakan, pada jaman dahulu, ada sekelompok orang gunung, yang menyusuri hutan belantara untuk mencari air. Dalam perjalanan ini,  mereka membawa berbagai peralatan tajam berupa tombak, parang dan panah. Setelah sekian lama berjalan, sumber air yang mereka cari, tak kunjung di temukan. Hingga pada suatu saat, ketika mereka berada di puncak sebuah gunung, mereka mendengar ada seekor ayam yang berkokok.

“Mereka berpikir, apabila ada ayam berkokok, maka perkampungan sudah semakin dekat, mereka terus mengikuti arah suara ayam tersebut, saat mereka bertemu dengan sumber suara tadi, betapa terkejut mereka melihat seeokor ayam sedang mengais-ngais atau mencakar-cakar tanah dengan kakinya, sementara disamping ayam tadi terdapat sumber air yang sangat jernih,”ujar Joldy.

“Itulah awal kisah Desa Kakas sampai saat ini, karena kisah ayam jago tadi yang mengais-ngais tanah yang dalam bahasa Minahasa Kaakas (mencakar tanah),”terang Joldy.

Sementara Tugu Ayam Jago ,yang berdiri kokoh di tengah perkampungan Kakas, tambah Joldy, merupakan tugu yang dibangun oleh masyarakat Kakas yang sukses merantau di tanah Papua.

“Mereka berkumpul dan memberikan bantuan kepada saudara-saudara mereka di Kakas, dan akhirnya untuk mengenang sejarah desa mereka, maka mereka secara bergotong-royong membangun bangunan tersebut, ini adalah bentu persaudaraan yang kuat diamana masyarakat kakas sekalipun tinggal jauh dari kampung halaman mereka, tapi tetap mereka menjaga persatuan dan persaudaraan mereka,” tutup Joldy.(hamzah)

Keterangan foto: Joldy Maukar


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • Cizenveno

    hypercasinos <a href="https://onlinecasinoplay.icu/">codeshar eonline doubledown ...

    View Article
  • Guestabivy

    <a href=" https://cialisprofessional.icu/ ">cialis professional 20 ...

    View Article
  • Guestabivy

    <a href=" https://cialisprofessional.icu/ ">cialis professional</a>, ...

    View Article
  • Kixreeryhew

    double down casino <a href="https://onlinecasinox.icu/">royal river ...

    View Article