Kinerja Apprasial Jalan Tol Manado-Bitung Amburadul

By 20 Des 2017, 20:13:59 WIBManado

Kinerja Apprasial Jalan Tol Manado-Bitung Amburadul

MANADO,pojoksulut.com-Masyarakat yang lahannya terkena imbas pembangunan jalan tol Manado-Bitung, mengeluhkan soal amburadulnya kinerja tim Apprasial (penilai) dalam menetapkan harga ganti rugi tanah mereka.
 
Hal ini tentunya membuat masyarakat ragu akan program Nawa Cita dari Presiden Joko Widodo, yang selalu menggaungkan mengedepankan kepentingan wong cilik (rakyat kecil).
 
Demikian dikatakan Marchel, salah satu pemilik lahan yang tinggal di Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir, Kota Bitung, usai menghadiri musyawarah pembebasan lahan yang digagas oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Utara, Selasa (19/12/2017) kemarin.
 
"Harga ganti rugi lahan yang ditetapkan Apprasial kepada masyarakat pemilik lahan di kelurahan dan kecamatan, sangat kecil, dan dinilai tidak manusiawi. Sebagai pemilik lahan, kami bagai disambar petir, takut dan stres,"beber Marchel.
 
Ia menambahkan, dalam musyawarah tersebut, pemilik lahan dipanggil satu persatu dan disodorkan surat yang mana di dalamnya sudah tertera harga ganti rugi. 
 
"Musyawarah itu tidak membicarakan harga ganti rugi. Saat musyawarah di mulai, kami dipanggil satu persatu, dan dipersilahkan tanda tangan. Kalau tidak setuju, nanti berurusan dengan pemerintah. Ini kan gaya laksus seperti jaman orde baru dulu,"ketus
Marchel
 
Echa Yudiyawan, salah satu pemilik lahan menambahkan, selama ini ia tidak pernah diundang untuk mendampingi pengukur dan Apprasial saat meninjau atapun mengukur tanah yang akan dibebaskan.
 
"Ini sudah melanggar hak milik orang. Ibarat barang emas, kita dirampok baru kemudiam di bayar murah,"ujar Yudiyawan.
 
"Penilaian Apprasial saya rasa aneh karena didasarkan pada kesuburan tanah, dan bukan pada letak dan kontur tanah. Ini baru namanya Apprasial lulusan dari bulan,"sembur Yudiawan.
 
Sementara itu, Kakanwil BPN Sulut Fredi Koliantama melalui Guntar Tutuarima berjanji akan mempertemukan kembali tim Apprasial dengan pemilik lahan.
 
"ini ibarat mimpi buruk. Mereka (Apprasial) mungkin salah pengertian (miss understanding). Saya berjanji, akan mempertemukan Apprasial dengan pemilik lahan dalam waktu singkat,"tandas Tutuarima.(efraim lengkong)
 
Keterangan foto: Guntar Tutuarima
 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • capwhova

    Hello. And Bye. ...

    View Article
  • Pabrik Tas

    A really great post! I want to thank you for the important information you've ...

    View Article
  • HelenBip

    Revolutional update of captchas regignizing package "XEvil 4.0": captcha ...

    View Article
  • Sewa Mobil Surabaya

    Terima Kasih Info Bermanfaatnya Pak.. Salam :) ...

    View Article