Embung Kulo` Desa Parepei, Destinasi Wisata Yang Tersembunyi

By 13 Des 2016, 19:00:15 WIBEkonomi dan Bisnis

Embung Kulo` Desa Parepei, Destinasi Wisata Yang Tersembunyi

Embung Kulo` Wangko Ni Parepei, Lisung Batu dan Rorongkere

REMBOKEN, pojoksulut.com

Kulo` merupakan sebutan untuk kawasan dimana ada sebuah danau kecil yang terdapat dipinggiran kampung parepei kecamatan remboken, saat pojoksulut.com melakukan penulusuran memang terlihat danau kecil seperti embung dengan airnya yang jernih mengundang setiap orang untuk terjun keair walau hanya sekedar membasuh wajah.

Dari cerita-cerita masyarakat sekitar, bahwa airnya tak pernah kering walau diterpa kemarau panjang, seperti pengalaman beberapa tahun lalu dimana musim kemarau yang panjang, ternyata danau kulo` tak pernah kering, bahkan danau ini menjadi tempat masyarakat sekitar parepei mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.

“airnya tak pernah kering karena ada sumber mata air yang keluar dari tanah yang bersumber dari sebuah pohon tua yang berdiri kokoh ditepi danau, bahkan beberapa waktu lalu ditemukan beberapa peninggalan disekitar danau berupa lisung batu dan beberapa peralatan dapur jaman dahulu yang kesemuanya terbuat dari batu” jelas Nonce salah satu warga parepei pada pojoksulut.com.

Ini menunjukkan bahwa pada jaman dahulu adalah sebuah perkampungan tua yang merupakan asal muasal desa parepei atau kampung tunya remboken, juga asal muasal cerita Wangko Ne Parepei berasal dari danau Kulo`, hal ini dibenarkan oleh Hukum Tua Desa Parepei Harter Kasenda pada pojoksulut.com selasa 13/12.

“memang benar menurut cerita orang tua-tua kita, dahulunya Kulo` ini merupakan perkampungan tua yang merupakan cikal bakal kampung parepei atau remboken, disini juga merupakan tempatnya legenda Wangko Ni Parepei, kedepan pihak desa akan melakukan renovasi dan akan jadikan danau kulo` ini sebagai salah satu obyek wisata permandian, sekaligus wisata sejarah, karena ini merupakan cikal bakal kampung parepei, maka kami meneruskan cerita ini sampai keanak cucu kita agar mereka tahu juga tentang kisah sejarah ini, lewat obyek wisata sejarah” jelas Harter.

Konon sekitar abad ke-7, di sebuah desa di wilayah Remboken, hiduplah seorang bertubuh raksasa bernama Parepei. Nama asli yang diberikan oleh orang tuanya adalah Malonda.
Disebut Parepei, karena setiap kali Malonda meregangkan tulang-tulangnya, menimbulkan bunyi peregangan tulang yang cukup kuat, yaitu: “parepepei” hingga terdengar sampai ke ujung kampung. Maka kemudian Malonda dipanggil Si Parepei, yang artinya: “bunyi peregangan tulang yang terdengar sangat keras”.

Kelak kemudian, tempat kelahiran Malonda juga dinamakan kampung atau desa Parepei, diambil dari panggilan Si Raksasa Parepei atau Si Wangko Parepei itu. Dan penduduk juga mengakui bahwa Parepei adalah desa tertua di wilayah Kawatuan Remboken. (Hamzah)

 


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • capwhova

    Hello. And Bye. ...

    View Article
  • Pabrik Tas

    A really great post! I want to thank you for the important information you've ...

    View Article
  • HelenBip

    Revolutional update of captchas regignizing package "XEvil 4.0": captcha ...

    View Article
  • Sewa Mobil Surabaya

    Terima Kasih Info Bermanfaatnya Pak.. Salam :) ...

    View Article